Doa Sang Pemimpin

Sejenak…
Kita putar kenangan agung itu
Meski sudah berabad-abad
Kisahnya masih menggetarkan hati dan langit

Untuk para pemimpin negeri
Presiden
Ketua MPR
Ketua DPR
Menteri
Ketua dan Presiden Partai
Camat
Lurah
RW
RT
Dan, tentunya diri kita masing-masing
Karena sejatinya kita adalah pemimpin

Seperti biasa pria ini
Selalu berkeliling tanpa pengawal
Melihat kondisi rakyatnya secara langsung
Kadang dalam gelap
Kadang dalam terang

Ada gundah dijiwanya
Lalu,
Ia buncahkan pada bait-bait doa
” Ya Allah
usiaku sudah semakin uzur
tubuhku sudah semakin ringkih karena tua
dan,
rakyatku kini semakin banyak ”

” Kembalikanlah aku kepada-Mu
dalam kondisi tidak menyia-nyiakan mereka
dan,
dalam kondisi tidak termakan fitnah ”

“Tetapkanlah bagiku kematian sebagai syahid di jalan-Mu
dan,
Wafatkanlah di tanah Rosul-Mu”

Mulia sekali hati sang pemimpin seperti ini
Duhai para pemimpin negeri ini
Adakah terbesit doa yang sama
Untuk pertiwi dan merah putih
Atau doa yang mendekati pinta sang pemimpin yang kisahnya masih menggetarkan hati dan langit?

Jika sudah melakukan doa yang mirip
Kuucapkan Alhamdulillah
Jika belum
Copaslah doa tersebut
Agar jiwamu dan jiwanya
Bisa bertemu dalam lautan doa
Agar rakyat tak lagi terombang-ambing dalam keputusasaan

Duhai pemimpin negeri
Bilakah Umar hadir dihatimu

Bang Joy
Sabtu, 4 Juli 2015 jam 23:26
~Di ujung malam timur Jakarta, Kramat Jati. Pena diri untuk negeri~