Lo Gua Butuh Tauhid

Sesama pria mengikat janji, menikah konon katanya
Demi apa?

Sesama perempuan membina rumah tangga, ingin diakui sebagai sebuah perkawinan
Demi apa?

Cobalah tengok sejenak
Nuranimu yang kering kerontang
Menjadi budak seks
Kau bilang sebagai kebebasan
Terlebih si lancang sebut sebagai pemberian Tuhan

Tanyalah pada jiwamu yang tertidur
Apakah kau terlahir dari pasangan ayah bapak atau ibu mamah?
Pasti, kau dititipkan ke dunia
Melalui cinta kasih ayah bunda

Sebelum kau melawan Tuhan
Kau sudah lebih dulu ingkari ayah bunda
Kau telah menampar sendiri keberadaan orang tuamu
Kau sudah berani injak-injak firman Tuhan

Menikah dengan pasangan sejenis bukanlah anugerah
Itu adalah musibah
Dan, akan mendatangkan laknat

Mereka yang bangga menikah dengan sesama sejenis
Menantang Tuhan untuk menurunkan azab yang sama
Azab yang pernah terjadi pada umat terdahulu

Hukuman tak selamanya harus sama dengan umat Nabi terdahulu
Karena kita tak bisa mendikte Tuhan
Untuk selalu memberi hukuman yang sama

Ketika diri semakin jauh dari nilai-nilai langit
Sejatinya tanpa hukuman fisik
Kau sudah mendapat tamparan sangat keras
Temuilah titik balikmu
Katakan pada pasangan sejenismu
“Lo Gua Butuh Tauhid”

Jika ada Tauhid dijiwamu
Kau tak pernah salah memilih kekasih
Untuk dijadikan pasangan hidup

Kamis, 2 Juli 2015
-Saat terik di Kramat Jati-
Bang Joy