Israel Cegat Mantan Presiden Tunisia yang Hendak Masuki Gaza

Mantan presiden Tunisia Moncef Marzouki bersama anggota Parlemen Spanyol-Eropa Ana Miranda dan seorang mantan pegiat perdamaian Israel diusir oleh Israel saat mencoba mencapai Jalur Gaza, Selasa (30 Juni 2015).

Mereka menumpangi kapal Marianne yang berpusat di Swedia, yang merupakan bagian dari armada kebebasan ketiga. Kapal ini berlayar pekan lalu dengan membawa 18 aktivis menuju Jalur Gaza yang kini sedang menghadapi blokade laut.

Tujuan para aktivis untuk meningkatkan kesadaran mengenai krisis kemanusiaan di jalur tersebut di bawah blokade Israel dan babak baru operasi, serta menyediakan bantuan kemanusiaan.

Kapal tersebut dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada Senin (29 Juni 2015) dan dialihkan ke Pelabuhan Ashdod di Israel Selatan, tempat para pegiat ditahan. Tak ada laporan mengenai korban jiwa selama serangan Angkatan Laut Israel itu.

Di kapal tersebut terdapat anggota parlemen Arab-Israel Basel Ghattas (dari Daftar Gabungan), yang sedang menunggu keputusan Komite Etik Knesset (Parlemen Israel) berkaitan dengan apakah hak istimewanya sebagai anggota parlemen akan dicabut, termasuk kekebalan dari hukuman.

Selain Marianne, tiga kapal lain ikut dalam armada tersebut, namun mereka mundur saat kapal Marianne dicegat.

Israel memberlakukan blokade atas Jalur Gaza sejak 2007, menyebabkan korban kemanusiaan bertambah banyak. (Republika/KabarUmat)