Esensi Puasa yang Terlupakan

“Sumu tasihu” puasalah kamu akan sehat.

Empat belas abad yang lalu Rasulullah saw memberi sebuah keyakinan kepada umatnya bahwa puasa itu adalah sebuah usaha manusia menuju sehat. Tapi lihatlah pola puasa sehat yang diajarkan Rasulullah, sekarang hanya menjadi sebuah utopia.

Sebelum Ramadhan datang Rasulullah sudah mempersiapkan diri dengan memperbanyak puasa di bulan sya’ban. Namun kini ditelevisi iklan makanan dan minuman jauh sebelum ramadhan tiba sudah mencuri star awal. Sehingga ada anekdot kalau ada iklan sirup anu tandanya sudah dekat puasa, karena sirup itu identik sebagai minum untuk takjil.

Belum lagi adzan Magrib berkumandang semua hidangan berbuka yang serba aneka sudah memenuhi meja seakan menanti untuk membalas dendam kekosongan perut setelah seharian tidak terisi. padahal Rasulullah mengajarkan kita bagaimana berbuka puasa dengan cara yang sehat yaitu dengan kurma.

Wajarlah ketika awal puasa ada yang langsung merasakan lemas, letih,lesu bahkan hingga sakit akibat tidak mengikuti anjuran rasulullah untuk mempersiapkan diri dengan berlatih memperbanyak puasa di bulan sya’ban.

Sejatinya puasa itu membuat kita lebih mudah menurunkan berat badan. Kita tidak perlu melakukan diet ekstrem untuk menurunkan beberapa kilo berat tubuh kita, seperti halnya puasa OCD ala Deddy Cobuzier. Kita hanya perlu makan secukupnya dan tetap mengonsumsi makanan sehat selama puasa.

Akhirnya Ramadhan berlalu banyak diantara kita mengeluh bukan tubuh ideal yang kita dapatkan tapi tubuh kita malah bertambah mekar dan naiknya bobot tubuh.

Esensi Ramadhan dari sisi kesehatan menjadi terlupakan. Seakan akan Ramadhan adalah sebuah pesta kuliner terakbar dengan lklan-iklan menu masakan di media masa dan tawaran iklan berbuka diresto dan hotel.

Semua ini bukan bermaksud menahan diri dari makanan halal tapi hendaknya kita menjaga diri untuk tidak berlebih-lebihan ketika berbuka puasa. Meskipun makanan itu sudah jelas halalnya. Karena diantara hal yang dibenci Allah swt adalah perut yang dipenuhi makanan halal.

Semoga kita semua bisa mengintrospeksi diri dari setiap Ramadhan yang kita jalanin, jiwa raga yang sehat kita dapatkan dan takwa kita raih, amin.

By : sahabatbaik