Ramadhan dan Krisis Identitas

Foto: ahlussunnahriau.net

Warna kini tak lagi pancarkan identitas asli,namun yang jadi masalah adalah ketika ia lupa apa warna dasarnya

Identitas sebagai muslim,kini bisa jadi seperti warna sekunder,tersier yang lupa akan warna primer. Dengan era serba instan dan serba copas bisa menciptakan krisis yang sudah sejak jauh jauh hari Rasulullah saw mengatakan pada akhir zaman umat Islam akan seperti buih..

Kondisi inilah yang patut jadi renungan,ketika sebagian besar dari kita hanya bisa katakan mengutuk,membenci melalui lisan tanpa aksi. Yang lebih menyedihkan lagi ketika bahkan wilayah terlemah dalam keimanan yakni menolak dengan hatipun tidak. Bahkan mencibir orang orang yang mencoba tetap setia berada pada zona kehati hatian dalam bertindak dianggap sebagai orang kolot,konservatif dan anti modernitas.

Warna dasar ini menjadi sebuah wacana penting,terlebih lagi untuk negeri indonesia yang mayoritas muslim. Sebagai contoh,jika negeri ini mayoritas muslim maka kenapa masih banyak yang korupsi,ingkar janji terhadap publik. Apa memang yang dipahami adalah yang penting muslim,yang penting di kartu tanda penduduk tertera muslim?entahlah…karena sebagai negara representasi muslim dari sisi kuantitas ternyata belum dibarengi dengan sisi kualitas. Atau bisa jadi orang indonesia yang beragama islam itu terjebak pada pemahaman yang belum utuh terhadap keislaman nya.

Mungkin pernyataan ini ekstrem,tapi jika memang kualitasnya juga sudah baik kenapa angka perolehan zakat secara makro masih minim padahal middle class yang muslim semakin bertambah,lalu kenapa juga wilayah individualistik makin bergelora,hedonisme jadi kutub kesuksesan padahal namanya muslim maka ukhuwah itu harus muncul bahkan mendahulukan kepentingan orang lain itu lebih utama dibandingkan sendiri.

Ramadhan akan datang,bulan berkah bulan training untuk semua orang yang beragama islam. Semoga kita terpanggil,semoga kita semua menjadi mukmin karena hanya orang mukmin yang merasa bahwa ramadhan adalah bulan penuh makna dan pembelajaran. Maka lantunan doa yang terucap untuk memasuki ramadhan : Ya Allah ampunilah..jadikanlah kami menjadi orang bertaqwa,pahamkanlah kepada kami agama islam ini dan berilah kekuatan kepada kami untuk mampu terapkan dalam kehidupan sehari hari.Aamin

Selamat memasuki Ramadhan,karena ia tamu agung yang harus kita jamu sebaik mungkin. Selamat pula memahami identitas sebagai muslim.

Ridwan Visioner
Karawang