Istri, Bagaimana Boleh?

Bagaimana tak harus menjaganya? Padahal kita sudah mengeluarkannya dari lingkungan yang selama ini menjaganya.

Bagaimana tidak menemaninya? Padahal kita sudah membuatnya terpisah.

Bagaimana tidak harus bertanya padanya? Padahal kita adalah orang barunya.

Bagaimana tidak harus mendengarnya? Padahal dulu, dia punya orang yang selalu mendengarnya.

Bagaimana tidak harus menafkahinya? Padahal dulu ada bapaknya.

Bagaimana boleh tidak mengajarinya? Padahal tanggung jawab itu sudah beralih dari walinya.

Bagaimana tidak harus bersabar darinya? Padahal dia sudah terbiasa menjadi bintang di hati bapaknya.

Bagaimana boleh menyakitinya? Padahal dulu, ketika sikunya tergores, hati bapaknya luka menganga.

Bagaimana tidak mencemburuinya? Padahal dia tumbuh sehat dan sholihah dari cemburu bapaknya.

Bagaimana boleh tidak memarahinya? Padahal dulu, dia terjaga karena pagar batas bapaknya.

Bagaimana boleh mengabaikannya? Padahal dulu, bapaknya mengikat hatinya pada hati perempuanmu ini.

 

Eko Novianto

Jakarta, 11 Juni 2015