Jerman Menentang Vonis Hukuman Mati Untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin

Berkunjung ke Jerman, Presiden Mesir hasil kudeta Abdel Fattah al-Sisi menerima protes hukuman mati kepada para pemimpin gerakan Ikhwanul Muslimin. Pemimpin Jerman, Angela Merkel menyampaikan protes tersebut di Jerman, Rabu (3 Juni 2015).

“Ada beberapa perbedaan pendapat di antara kami yang mencakup penetapan hukuman mati kepada orang-orang, bahkan ketika mereka didakwa melakukan atau terlibat terorisme,” ujar Kanselir Merkel.

Merkel menyatakan Jerman mendukung upaya memerangi terorisme dan menganggap Mesir sebagai negara penting di kawasan tersebut. Namun Jerman tidak setuju unutk hukuman mati yang ditetapkan secara meluas.

As-Sisi yang telah merampas demokrasi dari rakyat Mesir itu pun menanggapi dan mengatakan bahwa demokrasi mengajarkan penghormatan atas pendapat-pendapat yang berbeda.

“Anda punya pendapat, yang tentu kami hormati, dan kami juga punya pendapat sendiri, yang perlu Anda hormati,” katanya.

Ia menambahkan beberapa vonis mati bisa diperingan jika terdakwa bersedia hadir di pengadilan.

Kunjungan ini dinilai kontroversial antara lain karena President Norbert Lammert mengatakan bulan lalu bahwa dirinya tidak akan menemui Sisi ketika melawat ke Jerman.

Lammert menyebut vonis mati yang dijatuhkan pemerintah pimpinan Sisi “sangat tidak wajar”.

Banyak tokoh dan anggota Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati, termasuk mantan Mohammed Morsi, presiden yang digulingkan Sisi pada Juli 2014. (BBC/KabarUmat)