Doa yang Menembus Langit ke Tujuh

sumber: ummionline.com

Siapa yang tak pernah berdoa di atas bumi ini? Jika ada makhluk yang tak pernah berdoa, maka ia termasuk orang yang sombong. Karena telah menganggap dirinya bisa hidup tanpa tergantung Tuhan.

Kita selalu mengeluh kesana-sini, takut akan hal buruk terjadi, ada permasalahan yang tak kunjung padam, ada penyakit yang tak kunjung sembuh, keinginan memiliki keturunan, dan lain sebagainya semua permasalahan kita. Apakah yang harusnya pertama kali kita lakukan?

Kebanyakan manusia mengeluh kesana kemari lebih dahulu, curhat ke teman, meminta bantuan ke orang lain lebih dahulu atau bahkan yang lagi kekinian adalah dengan pasang status di facebook berharap ada yang mengasihani. Bahkan, yang paling terparah adalah meminta bantuan orang kafir dengan jalan yang haram, naudzubillahi min dzaliik.

Demi Allah, sesungguhnya hal yang pertama kali seharusnya dilakukan seorang yang mengimani Allah dan RasulNya adalah BERDOA.

Sungguh, wahai umat islam, “doa ini adalah senjata orang mukmin, tiang bagi agama, dan cahaya dari langit.”(HR. Hakim)

Bahkan, Allah sendiri pun berfirman dalam Quran surah Al-Baqarah 186
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Berdoa itu perlu kesungguhan dalam hati serta keyakinan akan dikabulkannya doa tersebut. Kalau dalam bahasa jawanya “harus ngeyel” terus meminta pada Allah siang, malam, dan setiap waktu yang diijabahnya doa, bukan hanya doa yang sesekali terucap lalu lalai kembali dengan kehidupan dunia yang fana.

Alangkah banyak kisah di muka bumi ini bertebaran tentang dimakbulkannya doa dari hamba-hamba yang beriman. Mulai dari kisah para nabi, sahabat, tabi’in, bahkan umat islam di akhir zaman sekarang ini. Mulai dari persoalan umat hingga persoalan cita-cita pribadi, mintalah pada Allah ya Mujiib (yang Maha pengabul doa).

Doa yang sampai pada langit sidratul muntaha pun bukanlah doa yang sembarangan. Allah pun menyuruh kita untuk berdoa sesuai dengan tata caranya, bukan hanya sembari lewat status di twitter dan facebook. Berdoa lah yang khusyuk dari hati yang terdalam dengan tata cara yang diajarkan oleh islam. Bagaimanakah tata cara berdoa yang benar agar doa kita dikabulkan Allah?

1. Makanlah dari makanan yang halal dan dengan sumber yang halal. Jauhi yang haram baik zhahir maupun sumbernya.

2. Mengangkat kedua tangannya saat berdoa sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Salmân al-Fârisi radhiyallahu ‘anhu bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha pemalu lagi Maha pemurah terhadap seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya (berdoa), kemudian kedua tangannya kembali dengan kosong dan kehampaan (tidak dikabulkan).”

3. Diawali dengan bismillah, shalawat untuk Rasulullah Salallahu ‘alayhi wassalam, serta pujilah Allah sebanyak-banyaknya dengan asma’ul husnaNya.

4. Ikhlaskan hati, khusyuk dan tenang.

5. Merendahkan diri di hadapan Allah sambil meminta ampun atas segala dosa.
6. Yakin doa kita dikabulkan Allah serta jangan tergesa-gesa dengan mengatakan “kenapa doaku belum dikabulkan Allah?”
7. Berdoalah di waktu mustajab, seperti di antara adzan dan iqamah, saat hujan turun, saat sujud, dan sebagainya.
8. Tidak berdoa untuk keburukan dan keluar dari syariat islam.
9. Berdoalah dengan suara lirih, tidak dibuat bersajak, dan menangislah meminta padaNya.

Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يلج النار رجل بكى من خشية الله حتى يعود اللبن في الضرع

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.”(HR. Tirmidzi).

Lantas, masih sangsikah bahwa Islam akan jaya di negeri ini? Atau, masih merasa mustahil kah kekhilafahan islam yang setara dengan khulafaur rasyidin akan bangkit kembali? Sungguh, Allah lah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Doa adalah senjata mukmin, maka janganlah pernah putus berdoa dengan tata cara yang benar, agar umat Islam bisa bangkit kembali.

Wallahu’alam bish showab

Nurul Septiani