Peringatan Lima Tahun Mavi Marmara

Mavi Marmara lima tahun lalu
Jumat, 28 Mei 2010, dinihari, sekitar pukul 00.25 waktu Turki, kapal Mavi Marmara meninggalkan pelabuhan Antalya. Kami berangkat ke Gaza.

Di dalam perjalanan tersebut, terasa sekali semangat ukhuwah di antara relawan-relawan dari kalangan muslimin yang beraneka ragam suku dan bangsanya.

Kenapa demikian?
Karena kami mempunyai tujuan yang sama, ingin membantu saudara kami, umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW), rakyat Gaza yang sedang diblokade zionis Israel, selain itu kami melakukan shalat berjamaah, membaca wirid pagi, wirid sore, ada pembacaan Al Quran, ada ceramah dari berbagai syekh dan tokoh, khususnya adalah Syekh Raed Shalah.

Kami meminta waktu khusus kepada Syekh Raed Shalah, untuk memberikan pencerahan kepada relawan Indonesia dan malaysia. Maka jam 09.00 pagi, hari Jumat, beliau berkenan memberi ceramah atau pengarahan bagi relawan Indonesia dan Malaysia.

Di dalam ceramahnya beliau menceritakan tentang peristiwa nakbah, dimana rakyat Palestina diusir, dibunuh oleh zionis Israel. Juga tentang masjid Al Aqsha.

Alhamdulillah, kami dapat informasi dari tangan pertama, tentang berbagai kejahatan yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap rakyat Palestina dan umat Islam pada umumnya.

Setelah memberikan ceramah, beliau memperkenalkan sahabatnya, Muhammad Zaidan, Ketua Komite Penindaklanjutan Hak-hak Rakyat Palestina.

Para relawan tidak melakukan shalat Jumat karena kami sedang shafar, kami melakukan shalat Zuhur dan Ashar dijamak taqdim, shalat Maghrib juga dijamak dengan shalat Isya, setelah itu ada ceramah.

Ferry Nur, Relawan Kapal Mavi Marmara