Laki-laki dan Dini

Kita suka memperbincangkan kedinian. Peringatan dini. Pernikahan dini. Pemeriksaan dini. Dan lainnya.

Melekat pada kata dini makna kedamaian, kenyamanan, kenikmatan, keindahan, ketenangan, keramahan, kelembutan, kesiapan, persiapan, penataan, kesigapan, antisipatif, kecerdasan, dan martabat.

Seharusnya, semua makna itu juga ada pada makna sesungguhnya dari kata dini. Dini hari.

Dini hari seharusnya juga bermakna keindahan, kelembutan, ketenangan, kesiapan, persiapan, penataan, kesigapan, antisipasi, kecerdasan, martabat dan semacamnya.

Laki-laki adalah laki-laki yang sudah sepenuhnya bangun di dininya. Sudah menikmati suasana surgawi, sudah mulai menata, sudah bersiap, sudah cukup sigap, sudah mengantisipasi, sudah berpikir, dan bahkan sudah menghamba dan berserah pada tuhannya.

Laki-laki adalah laki-laki yang selalu bercengkerama dengan dini harinya. Dan dini harinya akan mencatat, menceritakan, memberikan pembelaan, dan bersaksi untuk setiap laki-lakinya.

Laki-laki adalah laki-laki yang akrab, lekat, dan setia dengan dini harinya.

Laa sahla illa maa ja’altahu sahlan.

Eko Novianto