Gaza Desak Mesir Buka Blokade dari Pintu Rafah

Bersyukur kepada Allah swt bahwa fajar pagi yang cerah tak ikut memblokade sebuah kawasan seluas 365 KM² di pantai timur Laut Tengah.  Daerah subur yang diberkahi Allah swt, daerah kelahiran ulama besar fiqh Imam Syafii, daerah yang hasil lautnya menyambangi penduduk yang terisolasi itu dan hasil buminya terhidang menghibur mereka.

Telah 9 tahun rakyat di kawasan yang bernama Jalur Gaza itu diblokade oleh Israel dan Mesir. Terisolasi, namun mereka tetap menampakkan kegagahan kepada penduduk bumi lainnya. Saat mereka memaksa Israel menekuk muka pulang dari peperangan demi peperangan yang bertujuan meng-genosida penduduk yang bertahan di Gaza.

Telah 9 tahun rakyat sipil di Gaza bertahan dalam penderitaan terkurung oleh dua negara tetangganya. Di laut, darat, dan udara. Dan para pejuang di sana terus memperjuangkan agar bisa menikmati akses dengan dunia luar.

Kemarin (25/5/2015), fraksi-fraksi perjuangan yang berhaluan agamis maupun nasionalis meminta Mesir segera membuka perlintasan Rafah secara permanen dari dua arah. Hal itu untuk meringankan penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza yang semakin memburuk.

Aliansi Kekuatan dan Faksi Palestina di Jalur Gaza menegaskan, kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza sudah sampai pada titik nadir dan memperihatinkan. Terutama bagi pasien sakit dan pemegang visa tinggal dan paspor asing.

Mereka menunjukkan kepercayaan kepada Mesir untuk merespon seruan ini sehingga derita warga Jalur Gaza berkurang.

Mereka meminta Mesir agar dalam dua hari ini membuka perlintasan Rafah dari dua arah untuk memberikan kesempatan agar warga yang membutuhkan secara kemanusiaan dari warga Jalur Gaza bisa melakukan perjalanan.

Mereka juga meminta presiden Palestina Mahmoud Abbas intervensi terhadap Mesir agar membuka perlintasan Rafah.

Faksi-faksi Palestina menuding Israel bertanggungjawab atas berlanjutnya blockade Jalur Gaza dan kondisi kemanusiaan yang makin buruk di Jalur Gaza.

Menurut rencana, Mesir akan membuka perlintasan Rafah pada Selasa dan Rabu depan (26 dan 27/5) dari satu arah bagi yang ingin masuk atau kembali ke Jalur Gaza saja setelah ditutup selama tiga bulan.

Mesir menutup Rafah sejak Oktober tahun lalu secara penuh. Dalam beberapa kasus kebutuhan kemanusiaan, untuk pasien yang sakit, pelajar dan terkadang Israel membuka. (infolapestina.com/kabarumat)