Menciptakan Puisi Dengan Ayat Kauniyah

“Agar kita menyukai puisi, jadilah penyimak yang baik,” papar Usup Supriyadi dalam pertemuan kedua Pramuda FLP Bogor Angkatan ke-8.

Usup, selaku pembicara dalam kegiatan yang berlangsung Ahad (12/4) di Kompleks Auditorium Toyib Hadiwijaya IPB ini, memaparkan bahwa dengan sering membaca, maka semua benda dapat menjadi sebuah teks atau bacaan.

“Kita dapat menulis puisi dengan mengaktifkan pancaindera dan banyak membaca,” kata Usup. “Tidak hanya buku tetapi semua hal yang ada di sekitar kita bisa dibaca dan dijadikan inspirasi dalam membuat puisi,” tambahnya.

Cici Suhaeni sebagai MC pun menyambut aktif pemaparan yang disampaikan pembicara, “dosen pembimbing saya pun mengajarkan, jika ingin melakukan penelitian maka kita harus banyak membaca,” akunya.

Lebih lanjut lagi, Usup mencontohkan bagaimana peserta bisa menjadikan ayat-ayat kauniyah menjadi sebuah puisi. “Benda di sekitar kita bisa menjadi bahasa simbol,” tuturnya.

“Kata jendela dan hati yang kemudian digabungkan menjadi jendela hati, dapat dimaksudkan sebagai pengganti mata. Sebuah jendela menjelaskan sejauh apa seseorang melihat dunianya, di sisi yang lain sebuah jendela juga mampu menampilkan refleksi (bayangan) diri sendiri,” jelasnya.

Selain mengenalkan dan memberikan contoh tentang jenis-jenis puisi—puisi lama, baru dan kontemporer, Usup juga mengingatkan pentingnya pemilihan kata yang harus diperhatikan seorang penulis puisi—karena saat ini terkadang tidak sesuai dengan kaidah estetika.

“Puisi adalah salah satu cara untuk kita mengungkapkan suatu yang bermanfaat,” simpul Cici menutup acara.

Setelah mengikuti kelas puisi kali ini, semua peserta terlihat bertambah semangat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang akan dihidangkan oleh pengurus FLP Cabang Bogor selanjutnya.

Anita, salah satu peserta kegiatan menuturkan, “Saya merasa sangat beruntung mengikuti kelas puisi hari ini. Ternyata dengan menulis puisi bisa menjadikan kita lebih dekat dan mengenal Allah. Ini menjadikan semangat saya lebih bertambah lagi untuk mengikuti kegiatan-kegiatan FLP selanjutnya” tuturnya. (Ernawati)