Tiar Anwar Bachtiar: Asal Bukan Islam!

#IndonesiaTanpaJIL kembali mengadakan perkuliahan rutin Sekolah Pemikiran Islam (SPI) untuk angkatan ke-2 di Jakarta pada hari Kamis, 16 april 2015, pukul 18.30 WIB. Kuliah diadakan di Rumah Synergy, Kantor Tabloid Suara Islam, Jl. Kalibata Tengah No. 3A, Jakarta. Sebanyak 42 peserta hadir dalam kuliah bertemakan “Nativisasi” yang dibawakan oleh Tiar Anwar Bachtiar, M. Hum ini.

“Nativisasi sangat gencar dilakukan di Indonesia, salah satunya dengan Hinduisasi yang dilakukan melalui jalur pendidikan sejarah,” ujar Ustadz Tiar. Kebanyakan usaha nativisasi dilakukan oleh sejarawan yang terinspirasi oleh Raffles. “Ekskavasi yang penting itu yang peninggalan Hindu-Budha, bukan Islam, karena Hindu-Budha itulah yang dianggap asli Indonesia,” ujar Tiar, menjelaskan pemikiran sebagian kalangan sejarawan.

Selain Raffles, menurut Tiar ada tiga tokoh penting lain yang melakukan nativisasi, yaitu William Marsden, Christian Snouck Hurgronje, dan Cornelis van Vollenhoven. “Raffles berkontribusi dengan karyanya, The History of Java, Marsden dengan karyanya, History of Sumatera, Hurgronje dengan usahanya memisahkan Islam di Indonesia dan Arab dengan menyatakan bahwa Islam di Indonesia adalah dari Gujarat, India, dan Vollenhoven yang selalu mempertentangkan hukum adat dengan hukum Islam,” ungkap Tiar lagi.

Tiar pun tak luput mengomentari Candi Borobudur yang dijadikan ikon Indonesia. “Kenapa Borobudur? Kenapa bukan Masjid yang jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih sering dipakai?” ujarnya beretorika. Tiar pun menyimpulkan bahwa pendapat kaum orientalis ini semata-mata cermin kebencian terhadap Islam. “Orang Barat itu yang penting ABI, Asal Bukan Islam!” pungkasnya.

Perkuliahan kali ini menuai tanggapan positif dari pesertanya. “Dengan perkuliahan kemarin, pengetahuan saya terkait asal-usul agama di Indonesia semakin bertambah. Termasuk juga pengetahuan tentang adanya segolongan orang yang tidak menyukai jika Islam berkuasa di negeri ini, Indonesia. Padahal kita tak bisa mengesampingkan perjuangan umat Islam dalam memperoleh kemerdekaan bangsa ini. Pemateri kali imi sangat luar biasa dan mumpuni di bidangnya,” ujar Immamudin Mukhtar, salah satu peserta SPI.

Almay Shalahuddin Rasyidi