Presiden yang Makin Menakutkan

Jokowi saat umumkan kenaikan harga BBM

Terbayangkah di benak kita, rakyat Indonesia, memiliki seorang presiden yang tak mengetahui detail kebijakan yang ditandatanganinya? Pasti tak terlintas sedikitpun. Tapi apa mau dikata, hari ini kita memiliki sosok orang nomor satu yang tak pernah terbayangkan tersebut. Dialah Joko Widodo, presiden pilihan rakyat.

Saat ditanya soal Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan, pria yang akrab disapa Jokowi itu dengan santainya mengaku tidak mencermati satu per satu usulan peraturan yang harus ditandatanganinya, termasuk soal lolosnya peraturan di atas

“Tidak semua hal itu saya ketahui 100 persen. Artinya, hal-hal seperti itu harusnya di kementerian. Kementerian men-screening apakah itu akan berakibat baik atau tidak baik untuk negara ini,” ujar Jokowi saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (5/4/2015).

Jokowi lalu bercerita. Sebagai presiden, setiap harinya dia harus menandatangani dokumen yang begitu banyak. Hal itu yang membuat Jokowi mengakui bahwa dirinya tidak selalu memeriksa semua dokumen tersebut. Jokowi lalu menyalahkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang harusnya mengkaji baik buruknya kebijakan tersebut.

“Makin menakutkan nih Pak Presiden, masa enggak tahu isi yang dia tanda tangani,” kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

Menurutnya, Presiden tak semestinya melempar tanggung jawab kepada menteri atas keputusan yang menjadi wewenangnya. Untuk tidak menduplikasi kesalahan, seharusnya Presiden menelaah lebih jauh perjalanan setiap keputusan yang diambil.

Hendri juga mempermasalahkan gaya komunikasi politik Presiden yang dengan mudah mengaku tidak membaca isi perpres dan menyalahkan menterinya. Menurut dia, sikap itu tidak menggambarkan sosok pemimpin.

“Jokowi perlu dengan cepat menyesuaikan diri sebagai Presiden, terutama komunikasi politik kepada publik. Keliru bila benar Presiden mengungkapkan bahwa tidak paham isi perpres,” kata Hendri.

Hanya dalam hitungan kurang dari satu semester, jantung ratusan juta rakyat negeri ini berdetak tak karuan akibat ulah Sang Presiden. Mulai dari harga BBM yang naik turun, rupiah yang kian terpuruk, harga beras dan transportasi yang melambung, hingga situs media Islam online yang diblokir. Apa boleh buat, di tengah nalar pendukung fanatiknya yang telah mati, kita yang masih waras ini harus berteriak lantang menyuarakan kebenaran. Karena kian hari Presiden Jokowi makin menakutkan.