Melalui Nasyid, Kenakalan Remaja Dapat Dicegah

Chief executive officer (CEO) Aliansi Radio Islam (ARIN) Dhea Qotrunnada mengatakan, selain mencari bakat baru di dunia nasyid, Idola Nasyid Indonesia (INI) 2015 merupakan upaya pelestarian seni budaya Islam di tanah air dan sebagau ajang mengkampanyekan kegiatan positif bagi kalangan muda.

“Nasyid banyak memang banyak disukai kalangan anak muda, semoga INI bisa menjadi ajang kampanye kegiatan positif dan sebagai upaya pencegahan kenakalan di kalangan remaja seperti pergaulan bebas, karena di nasyid yang dinyanyikan lagu-lagu religi yang bisa membangun energi positif bagi yang menyanyikannya,” kata Dhea, usai acara Grand Final INI 2015, di Islamic Book Fair, Istora Senayan, di Jakarta, Rabu (4/3).

Selain menggelar INI, lanjut Dhea, ARIN juga bekerjasama dengan IBF 2015 menggelar Indonesian Nasheed Award (INA) 2015. INA, lanjut dhea, didedikasikan sebagai ajang penganugerahan para penyanyi nasyid.

“INA akan digelar pada Sabtu, 7 Maret 2015 jam 7 malam sampai jam 9 malam, di panggung utama IBF 2015. Insya Allah akan hadir sebagai bintang tamu, Fadly ‘Padi’, penyanyi internasional Raef, Snada, Risty Tagor, Nasyid Indonesia, Izzatul Islam, Birru Nasyid, Agus Idwar dan Irfan F-One,” tuturnya dosen jurnalistik di salah satu universitas di Jakara ini.

Pada INA 2015 ini, masih kata Dhea, merupakan edisi spesial. Menurutnya, INA tahun ini, nominasi yang masuk adalah para pemenang dari tahun 2010 hingga 2014. “Ini spesial, kita akan menentukan penyanyi nasyid terfavorit dari yang favorit,” pungkasnya.

Polling INA 2015 sudah berlangsung sejak awal Februari lalu. Polling dilakukab di website www.iniina.net, masyarakat dapat memilih penyanyi nasyid yang didukungnya untuk mendapatkan penganugerahan INA 2015.