Kabinet Centang-Perenang

Rapat kabinet Jokowi. [foto: liputan6.com]

Kenaikan harga beras di Jakarta dan diikuti daerah lainnya membuat Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel naik pitam. Ia menganggap mafia beras dibalik itu semua. Menurut Gobel para mafia ini memainkan harga beras agar pemerintah terpaksa membuka keran impor sehingga ada peluang keuntungan.

“Ini aneh. Ada mafia beras yang bermain di sini,” kata Gobel.

Tak sembarangan ia mengeluarkkan pernyatan tersebut. Ia menyampaikan adanya mafia beras di sebuah forum terhormat yakni di hadapan pelaku usaha dan para pakar ekonomi di Gedung Auditorium Utama Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (23/02/2015).

“Mafia ini harus kita bereskan. Ini yang membuat kita tidak kompetitif. Sekarang bagaimana mau berhasil. Optimisme harus kita bangun sekarang,” tukasnya.

Istilah mafia beras muncul setelah Rachmat Gobel mengungkapkan ada praktik oplosan beras, yaitu beras hasil operasi pasar (OP) Perum Bulog di sebuah gudang di Cakung Jakarta Timur 18 Januari 2015 lalu.
Hanya berselang sehari, pernyataan keras Rachmat Gobel langsung dibantah Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Ah nggak ada itu (mafia beras). Hanya orang dagang biasa timbun-timbun nanti juga biar rugi sendiri kita turunkan harga,” kata JK usai melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah menteri di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Senin (23/2).

Selain itu, ia juga menegaskan tak ada oknum yang melakukan penimbunan-penimbunan beras yang menyebabkan harga beras melonjak. “Ndak ada hubungannya penimbunan. Mau timbun silahkan saja, nanti kita suruh tangkap polisi,” lanjut dia.

Pertunjukan beda pendapat antar anggota kabinet Jokowi tak Cuma itu. Sebelumnya juga terjadi antara Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Keduanya berbeda pendapat soal tiket penerbangan murah setelah peristiwa jatuhnya Air Asia. Sofyan Djalil menegaskan pemerintah tidak melarang penjualan tiket pesawat murah oleh maskapai penerbangan atau Low Cost Carrier (LCC).

“Yang penting bagaimana keselamatannya seperti LCC mode penerbangan yang berlaku di seluruh dunia. yang penting keselamatan, ketaatan hukum, ketaatan peraturan. Jadi yang penting biarpun murah tapi aman,” kata Sofyan Djalil.

Menurut Sofyan murahnya tarif pesawat bisa berlaku karena turunnya harga BBM. Dengan turunnya harga avtur, kata Sofyan, sangat membantu industri.
“Waktu harga avtur mahal sekali menyebabkan industri berdarah-darah. Ini salah satu manfaat turunnya avtur, tarif juga akan ada penyesuaian saya rasa, karena kompetisi sekarang ketat,” sambungnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah menandatangani Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur kebijakan tarif batas bawah minimal 40 persen dari tarif batas atas. Menurut Jonan, harga tiket maskapai juga harus memperhitungkan aspek keselamatan penerbangan.

“Tujuannya adalah kewajaran harga tiket tersebut bisa mempertahankan unsur keselamatan dengan baik,” kata Jonan.

Perseteruan antar anggota kabinet Jokowi buknlah hal yang aneh. Bibit tak akurnya mereka justru disemai oleh dua pucuk pimpinan mereka sebelum kabinet terbentuk. Saat akan menentukan komposisi menteri, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla berbeda pendapat. Jokowi ingin menggunakan sistem lelang jabatan seperti apa yang diterapkannya saat mencari pejabat camat dan lurah ketika masih menjadi gubernur DKI Jakarta.
Akan tetapi, menurut Kalla, lelang jabatan tak dapat digunakan untuk menentukan figur yang akan mengisi posisi menteri. Alasan Kalla, jabatan menteri sangat penting dan sebaiknya dipilih melalui penunjukan langsung oleh presiden.

“Tidak akan lelang jabatan, menteri itu semacam CEO yang tidak pernah dipertandingkan, tapi dicari, rekam jejaknya harus detail,” kata Kalla.

Ke depannya, kita akan terus disuguhkan pertunjukan serupa. Menteri A bilang ini, tapi Menteri B bilang itu untuk menjawab persoalan yang sama. Dan bisa juga terjadi Presiden mengatakan A, lalu Wapresnya menyampaikan B.

Tak perlu heran jika hasil kerja kabinet tak beraturan semacam ini sangat menyedihkan: harga BBM yang naik, tarif transportasi yang melejit, harga beras yang meroket, tabung 3 Kg yang langka, dan calon kapolri usulan Presiden Jokowi yang menjadi tersangka.

Selamat bekerja Kabinet Centang-Perenang.