Al Quran Valentine, Rand dan Bilderberg

Empat tahun sudah tayangan itu berlalu. Namun hingga kini, saya masih sangat ingat dengan adegan yang ditampilkan. Kala itu 14 Februari, saat hendak berangkat kerja, saya sempatkan sejenak untuk melihat acara tv. Sekadar ingin tahu, apa dan bagaimana acara yang dibuat awak tv dalam merayakan Hari Valentine. Kebetulan saya menyaksikan acara Espresso di sebuah stasiun televisi swasta. Kamera sedang menyorot komedian yang sedang terbaring sakit, Pepeng–pembawa acara Kuis Jari-Jari. Oleh host acara tersebut, Pepeng yang terbaring di tempat tidur, diberikan hadiah Valentine. Dan tahukah anda apa hadiahnya? Al Qur’an.

Ini merupakan bentuk “kecanggihan” orang/kelompok/organisasi yang berusaha menghancurkan Islam secara halus. Betapa tidak, Al Qur’an, sebuah Kitab Suci yang berisikan wahyu Allah, “dinistakan” dengan cara dijadikan sebagai hadiah pada acara Valentine yang bermuasal dari agama paganisme. Cara itu menggiring opini pemirsa yang mayoritas umat Islam, bahwa Valentine itu kompatibel dengan Islam. Toh, Al Qur;’an dijadikan sebagai gift. Luar biasa halusnya.

Hari ini, Valentine seakan menjadi ritual wajib bagi anak-anak muda dan sebagain besar masyarakat di Tanah Air. Dan mereka tentu saja mayoritas umat Islam. Ironisnya, kondom pun sudah menjadi hadiah bagi yang merayakan Valentine.

Tulisan ini tak akan membahas apa itu Valentine dan sejarah munculnya karena pasti sudah banyak orang yang menulis dan mengetahuinya. Saya hanya ingin melihat fenomena hadiah Al-Quran Valentine secara lebih luas. Ini adalah sebuah bukti tak terbantahkan bahwa rekayasa global itu ada dan nyata!

Apakah anda menduga bahwa acara Espresso yang menjadikan al-Qur’an sebagai hadiah Valentine terjadi dengan sendirinya (by accident)? Hanya inisiatif penggagas program tersebut? Mohon maaf, saya sangat tak percaya itu.

Apakah anda menduga begitu luar biasanya media massa memberitakan Valentine sekadar untuk berdagang dan menaikkan rating acara? Saya tak yakin itu alasannya.

Valentine hanyalah salah satu dari sekian banyak isu yang dijadikan agenda besar untuk menguasai dunia. Sederhananya begini: berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini sesungguhnya terjadi dengan direncanakan (by design). Mengapa Jokowi bisa terpilih sebagai presiden? Mengapa ISIS muncul? Mengapa ada perang Irak, Afghanistan, dll? Mengapa isu terorisme merebak?

Sebagian diantara kita mungkin sudah mengetahuinya. Tapi saya yakin masih teramat banyak umat Islam yang tak menyadarinya. Tembok keyakinan saya terhadap rekayasa global kian menebal saat membaca artikel berjudul: Jurus Sakti “Pecah Belah Sesama Kelompok Islam” ala RAND Corporation yang ditulis oleh Hendrajit (Direktur Eksekutif Global Future Institute) dan Ferdiansyah Ali (Manajer Program dan Peneliti Global Future Institute). Tulisan ini bisa dilihat di http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=5547&type=4.

RAND Corp adalah Pusat Penelitian dan Kajian Strategis tentang Islam di Timur Tengah atas biaya Smith Richardson Foundation, berpusat di Santa Monica-California dan Arington-Virginia, Amerika Serikat (AS). Sebelumnya ia perusahaan bidang kedirgantaraan dan persenjataan Douglas Aircraft Company di Santa Monica-California. Garis besar dokumen Rand berisi kebijakan AS dan sekutu di Dunia Islam. Inti hajatannya adalah mempeta-kekuatan (MAPPING), sekaligus memecah-belah dan merencanakan konflik internal di kalangan umat Islam melalui berbagai (kemasan) pola, program bantuan, termasuk berkedok capacity building dan lainnya.

Sedang dokumen lain senada, terbit Desember tahun 2004 dibuat oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Council) atau NIC bertajuk Mapping The Global Future. Tugas NIC ialah meramal masa depan dunia. Tajuk NIC di atas pernah dimuat USA Today, 13 Februari 2005 — juga dikutip oleh Kompas edisi 16 Februari 2005.

Secara umum dokumen RAND yang bocor itu berisikan apa dan bagaimana strategi menghadapi dunia Islam. Dokumen ini menyimpulkan diantaranya:

1) Dunia Islam berada dalam frustasi dan kemarahan, akibat periode keterbelakangan yang lama dan ketidak-berdayaan komparatif serta kegagalan mencari solusi dalam menghadapi kebudayaan global kontemporer;

2) Adanya upaya umat Islam untuk kembali kepada kemurnian ajaran adalah suatu ancaman bagi peradaban dunia modern dan bisa mengantarkan kepada Clash of Civilization (Benturan Peradaban);

3) Menginginkan Dunia Islam yang ramah terhadap demokrasi dan modernitas serta mematuhi aturan-aturan internasional untuk menciptakan perdamaian global;

4) Perlu melakukan pemetaan kekuatan dan pemilahan kelompok Islam untuk mengetahui siapa kawan dan lawan, serta pengaturan strategi dengan pengolahan sumber daya yang ada di Dunia Islam;

Dokumen ini juga membagi Umat Islam ke dalam Empat Kelompok, yakni:

(1) Fundamentalis: kelompok yang menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat Kontemporer, serta menginginkan formalisasi penerapan Syariat Islam;

(2) Tradisionalis: kelompok masyarakat Islam Konservatif yang mencurigai modernitas, inovasi dan perubahan. Mereka berpegang kepada substansi ajaran Islam tanpa peduli kepada formalisasinya;

(3) Modernis: kelompok masyarakat Islam Modern yang ingin reformasi Islam agar sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga bisa menjadi bagian dari modernitas;

(4) Sekularis: kelompok masyarakat Islam Sekuler yang ingin menjadikan Islam sebagai urusan privasi dan dipisah sama sekali dari urusan negara.

Berdasarkan kategorisasi di atas, disusunlah metode untuk memecah belah, melemahkan dan menguasai dunia Islam. Dan saya yakin 100% bahwa gencarnya pemberitaan Valentine merupakan salah satu upaya mereka untuk menghegemoni umat Islam.

Bilderberg

Di dunia ini, terdapat sedikitnya lima “organisasi” yang misinya mengatur tatanan dunia sesuai dengan keinginan mereka. Kelimanya adalah:

1. Rothschild.

Keluarga Rothschild, sering disebut hanya sebagai Rothschilds, adalah dinasti perbankan internasional dan keuangan Yahudi asal Jerman yang didirikan dan beroperasi di seluruh Eropa, oleh pemerintah Austria dan Inggris. Peningkatan keluarga untuk terkenal di dunia internasional dimulai dengan Amschel Mayer Rothschild 1744-1812, dengan cara tetap mengontrol bisnis mereka di tangan keluarga, yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan diskresi penuh tentang ukuran kekayaan mereka dan prestasi bisnis mereka.Keuangan dunia sedang ditata dengan rapi oleh mereka. Krisis ekonomi Amerika, politik keuangan di Zimbabwe, dan banyak lagi kasus lain yang telah membuat mereka patut diperhitungkan.

2. Freemason.

Freemason adalah sebuah organisasi persaudaraan (brotherhood) sekuler yang terbesar di dunia yang beranggotakan sekitar 6 juta orang dari kurang lebih 120 negara. Organisasi Freemason tidak memunyai pusat, setiap negara memunyai organisasi yang berdiri sendiri. Sekalipun demikian setiap organisasi Freemason di mana pun akan memunyai nomor pendirian dan berhubungan satu dengan lainnya. Freemason juga memunyai Master tertinggi yang merupakan master tertinggi dari seluruh Master Freemason yang bertugas melakukan koordinasi seluruh Freemason yang ada di dunia. Organisasi ini sangat tertutup dan ketat. Kita tentu pernah mendengar rumor tentang mereka yang menguasai microsoft, memiliki orang-orang yang berpengaruh di dunia. Pendek kata, mereka banyak menguasai sektor-sektor vital dunia.

3. Illuminati.
Menurut Wikipedia, Illuminati (bentuk plural dari bahasa Latin illuminatus, “tercerahkan”) adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok, baik yang nyata (historis) maupun fiktif. Secara historis, nama ini merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776. Sejak diterbitkannya karya fiksi ilmiah postmondern berjudul The Illuminatus! Trilogy (1975-7) karya Robert Shea dan Robert Anton Wilson, nama Illuminati menjadi banyak digunakan untuk menunjukkan organisasi persekongkolan yang mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia melalui pemerintah dan korporasi untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru. Dalam konteks ini, Illuminati biasanya digambarkan sebagai versi modern atau keberlanjutan dari Illuminati Bavaria. Namun tetap saja, organisasi ini masih misterius.

4. Opus Dei
Opus Dei, sebelumnya dikenal dengan Prelature of the Holy Cross and Opus Dei, adalah sebuah struktur Gereja Katolik Roma. Opus Dei didirikan pada 2 Oktober 1928, oleh imam Spanyol

Josemaría Escrivá. Tujuan prelature ini adalah untuk turut menyumbang dalam misi penyebaran ajaran gereja dengan menyebarkan pesan bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi seorang santo/santa dan seorang rasul. Opus Dei mendorong umat Kristiani dari seluruh kelas sosial untuk hidup secara konsisten dalam kepercayaan mereka di tengah keadaan biasa dari hidup mereka. Organisasi rahasia katolik ini juga mempunyai suatu hidden power yang mampu membuat kebijakan-kebijakan Vatikan masih mampu ditegakkan di negara-negara Eropa dan Amerika. Meskipun ‘tujuan menguasai dunia’ tidak tampak dari mereka, tapi pengaruhnya cukup mampu untuk membuat mereka diperhitungkan.

5. Bilderberg Group.
Anggotanya kebanyakan para pemimpin-pemimpin negara-negara maju di Amerika dan Eropa.

Khusus Bilderberg ini, ada beberapa fenomena menarik yang membuktikan bahwa organisasi ini memang dimaksud untuk mengontrol dunia. Unhtuk keperluan tersebut, saya banyak mengutip tulisan Dina Y. Sulaeman – Pemerhati Masalah Internasional di www.theglobal-review.com . (silakan buka http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=5460&type=4)

Akar Konferensi Bilderberg bisa ditelusuri hingga ratusan tahun lalu. Berawal dari pertemuan rahasia di antara para pemilik uang abad ke-19, yaitu Rothchilds, Rockefellers, dan para bankir terkemuka di AS. Pertemuan yang paling signifikan terjadi di tahun 1910, dipimpin oleh seorang senator kaya bernama Nelson Aldrich. Pada malam hari, tanggal 22 November 1910, Sen. Aldrich, A.P. Andrews (asisten Menteri Keuangan AS), Paul Warburg dari Kuhn, Loeb & Co., Frank A. Vanderlip, (bos National City Bank of New York), Henry P. Davison dan Benjamin Strong dari J. P. Morgan Company, Charles D. Norton (bos National Bank of New York), secara diam-diam naik kereta api menuju Jekyll Island.

Orang-orang ini pemilik ¼ kekayaan dunia pada masa itu, sehingga sungguh aneh mereka bepergian dengan cara sederhana seperti itu (naik kereta biasa, tidak menyebutkan nama lengkap mereka dalam reservasi tiket, dll.).

Dua tahun sesudah pertemuan itu, yaitu tahun 1913, dibentuklah Federal Reserve, lembaga swasta yang mengelola keuangan AS. Saham Federal Reserved dikuasai oleh bankir-bankir asing, namun merekalah yang diberi hak untuk memproduksi uang dollar. Sejak itu, Pemerintah AS harus membeli dollar kepada Federal Reserve untuk menjalankan roda pemerintahan. Kisah ini diungkapkan oleh jurnalis, BC Forbes, pendiri majalah Forbes beberapa tahun kemudian.

Tokoh-tokoh yang rutin hadir di Konferensi Bilderberg antara lain Pangeran Bernard, Ratu Beatrix, Henry Kissinger, David Rockefeller, Nelson Rockefeller, Pangeran Philip (Inggris), Robert McNamara (mantan Presiden Bank Dunia), Margaret Thatcher, Valery Giscard D’Estaing (mantan Presiden Perancis, dan arsitek utama UU Uni Eropa), Donald Rumsfeld, Zbigniew Brzezinski, Alan Greenspan, dinasti Rothschild, Josef Ackermann (Deutsche Bank), Jorma Ollila (Nokia), Jeurgen Schrempp (DaimlerChrysler), Peter Sutherland (mantan Jenderal NATO, salah satu tokoh Goldman Sachs), James Wolfensohn (mantan Presiden Bank Dunia), Richard Perle (arsitek Perang Irak), Paul Wolfowitz (Presiden Bank Dunia). George W Bush ‘kebetulan’ berada di Belanda tahun 2005 untuk menghadiri peringatan Perang Dunia II, bertepatan dengan berlangsungnya Konferensi Bilderberg 2005.

Konferensi tahun 2008 dilaksanakan di Westfields Marriott Hotel in kota Chantilly. ‘Kebetulan’, saat itu Obama dijadwalkan akan menaiki pesawat dari Dulles International Airport (Dulles hanya berjarak 3 mil dari Chantilly) bersama para wartawan dari berbagai media massa, untuk menuju Chicago, markas kampanye Obama. Namun ternyata Obama sama sekali tidak naik ke pesawat. Para jurnalis dengan kesal bertanya-tanya kepada manajer kampanye Obama yang dengan terbata-bata berusaha menutup-nutupi kemana Obama pergi. Kejadian ini disiarkan di CNN.

Bersamaan dengan itu, merebak berita bahwa Obama saat itu sedang bertemu dengan Hillary Clinton. Tidak ada berita yang memverifikasi di mana Hillary saat itu. Kecurigaan terbesar adalah keduanya hadir bersama di Konferensi Bilderberg, dan di sana berbagai negosiasi dilakukan. Keesokan harinya, Hillary Clinton mengumumkan pengunduran diri sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat dan memberikan dukungan kepada Obama. Obama pun menang, Hillary diangkat sebagai Menlu.

Bukti lain pengaruh Bilderberg adalah berdirinya federal reserve setelah pertemuan rahasia di Jekyll Island; berdirinya Uni Eropa; Bill Clinton dan Tony Blair hadir di konferensi Bilderberg sebelum akhirnya mereka jadi Presiden AS dan PM Inggris; berakhirnya Perang Dingin, turunnya Margaret Thatcher dari kursi PM Inggris, Perang Irak, dan invasi ke Libya.

Tahun 1991 Bill Clinton masih seorang gubernur negara bagian Amerika diArkansas. Ia diundang untuk menghadiri pertemuan Bilderberg di Baden-Baden, Jerman pada tahun 1991. Dalam pertemuan tersebut, David Rockefeller(salah seorang petinggi Bilderbrg Group) mengatakan kepada Clinton jika prioritas utama dari Bilderbrg Group adalah NAFTA (North America Free Trade Agreement). Clinton kemudian ditawari posisi presiden dengan tentunya membantu terlaksananya NAFTA sebagai timbal balik dari posisi presiden yang akan dijanjikan.

Hasilnya? Pada pemilu setahun kemudian, sejarah menorehkan nama Bill Clinton sebagai presiden yang terpilih pada pemilu pada tahun 1992. Selama pemerintahannya, dia terkenal sebagai tokoh pemrakarsa NAFTA.

Tokoh lainnya lagi, misalnya, Tony Blair. Ia menghadiri pertemuan Bilderberg pada tahun 1993. Pada bulan Juli 1994 kemudian karirnya melonjak drastis dengan langsung menjadi pemimpin partai. Pada bulan Mei 1997 kemudian, sejarah memorehkan namanya sebagai salah satu perdana menteri yang telah ikut ambil bagian dalam sejarah pemerintahan dunia.

BBC (2003) pernah melaporkan konferensi ini, dengan kalimat berikut.
“Secara resmi, [konferensi] ini didesripsikan sebagai pertemuan privat. Namun, dengan tamu-tamu bos perusahaan-perusahaan Eropa dan AS, pemimpin politik, dan intelektual, [konferensi] ini adalah salah satu organisasi yang paling berpengaruh di planet ini.”

Saya sangat berharap, usai membaca tulisan ini, lahir kesadaran bahwa setiap peristiwa di dunia ini: skala kecil atau besar, terutama yang menyangkut umat Islam, tak lepas dari peran “sutradara” yang tangan-tangannya tak terlihat (invisible hand). Yakinlah, isu terorisme, Valentine, termasuk upaya memisahkan agama dan politik serta pencitraan buruk terhadap ormas islam dan partai Islam, adalah bagian dari skenario tersebut.

Kesadaran semacam ini sangat penting sebagai pemantik lahirnya kewaspadaan di kalangan umat Islam. Dengan gelombang kewaspadaan yang terus membesar, maka umat Islam tak akan memainkan sebuah skenario yang ditulis oleh para sutradara invisible hand. Dan kita tak akan menari di atas tabuhan gendang orang lain.

Kita jangan termakan dengan propaganda pihak-pihak tertentu (JIL, dll) yang mengatakan bahwa orang yang selalu berpikiran konspirasi adalah orang yang malas berpikir. Karena konspirasi itu memang ada dan nyata!

Erwyn Kurniawan
Pemimpin Redaksi www.kabarumat.com