Indonesia Kembali Beli Peralatan Militer dari Perusahaan Israel

Pemerintah Indonesia kembali membeli sejumlah peralatan militer dari perusahaan Israel. Sebagaimana dikutip dari Situs Defence.gov (12/2/15) , perusahaan Elbit Systems of America, Fort Worth, Texas, mendapatkan kontrak senilai $ 13,2 juta untuk pengadaan peralatan bagi militer Indonesia berupa 300 Apache Aviator Integrated Helmets.

Pendanaan pengadaan barang sebesar 13,2 juta USD diberikan saat kontrak disepakati. Waktu penyelesaian barang adalah 30 April 2017 dan pekerjaan ini dilakukan di Fort Worth, Texas. Kontrak ini dijalankan oleh Army Contracting Command, Redstone Arsenal, Alabama.

Elbit Systems Ltd sendiri merupakan sebuah perusahaan elektronik pertahanan Israel yang berbasis internasional dan terlibat dalam berbagai program di seluruh dunia.

Perusahaan, yang meliputi Elbit Systems dan anak perusahaan, beroperasi di bidang kedirgantaraan, tanah dan laut sistem, komando, kontrol, komunikasi, komputer, pengawasan intelijen dan pengintaian (“C4ISR”), sistem pesawat tak berawak (UAV), sistem elektro-optik, EW suite, sinyal intelijen (SIGINT) sistem, link data dan sistem komunikasi dan radio.

Elbit Systems memiliki sekitar 12.000 karyawan, yang sebagian besar terlibat dalam rekayasa, penelitian dan pengembangan dan bidang teknis lainnya.Saham Elbit Systems diperdagangkan di Bursa Efek Tel Aviv dan OTC di Amerika Serikat.

Disisi lain The Palestinian Students’ Campaign for the Academic Boycott of Israel (PSCABI) menyerukan pemboikotan terhadap Elbit System yang memproduksi drone untuk militer Israel dan digunakan untuk membunuh ribuan rakyat Palestina.

Organisasi HAM Palestina, Al Mezan juga memberikan pendapat terkait drone Israel yang diproduksi oleh Elbit System. “Sepanjang waktu mereka terbang di angkasa Gaza dan membunuh rakyat Gaza lebih banyak dari jenis pesawat terbang lainnya dalam periode 2012-2013”.

Sebelumnya Indonesia juga pernah membeli drone jenis Heron buatan IAI Israel sebanyak 4 unit yang digunakan untuk menjaga perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Sungguh ironi, Indonesia sebagai negara yang mendeklarasikan diri sebagai yang mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa dari penjajahan, ternyata membeli produk militer dari negara agresor yang secara sistematis membunuh anak-anak dan warga sipil yang tak berdosa. (SH)