Sisi Religi Om Bob Sadino

-Bang Joy-

Meski saya tak mengenal secara langsung dengan alm om Bob Sadino. Namun, mendapatkan berbagai cerita tentang beliau, dari om saya yang pernah menjadi bagian menemani hari-hari alm om Bob Sadino.

Mengupas alm om Bob Sadino dari ketangguhan beliau jatuh bangun dalam membangun kerajaan bisnisnya. Banyak sekali dan mudah kita temukan. Baik versi cetak maupun di sosmed.

Ternyata, om Bob Sadino tak melulu hanya dilihat dari kaca mata bisnis saja. Ada potret lain yang masih sedikit dibicarakan, yaitu sisi religi beliau.

“Pa..papa, kok gak pernah salat?” Tanya anak om Bob. Mendapat pertanyaan seperti itu tak membuat om Bob marah. Ia sadar akan kelalaiannya. Dan, menerima protes itu dengan perbaikan diri. Akhirnya bersama istri pergi umroh. Walau sampai di depan ka’bah hanya bisa tersenyum, karena tak bisa menghafal atau membaca doa-doa yang biasa dibaca jamaah ketika menunaikan  umroh.

Beliau tak malu mengakui ini sebagai kelemahan. Dan, memperbaikinya kembali pada musim haji berikutnya. Terkhusus dengan bacaan surat Al Fathihah.

Satu lagi pesan religi yang om Bob tinggalkan jejaknya pada kita.

Bahwa kekayaan dan bisnis yang melimpah. Tidak dijadikannya sebagai puncak cinta kebahagiaan.

Pesan agung dari om Bob adalah;

“Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya”

Tampak sekali harta beliau tempatkan ditangan, bukan dihatinya.

Selamat jalan om Bob, moga Allah lapangkan kuburmu, diterima segala amal baik dan dihapuskan segala dosa. Serta surga menjadi tempat istirahatmu yang terindah..aamiin

Joyo Adi