Apa Agama Tuhan?

Apa agama Tuhan? Zuhairi Misrawi, seorang aktifis yang dekat dengan kalangan Jaringan Islam Liberal (JIL) membagi pengalaman spritualnya melalui akun twitternya, @zuhairimisrawi. Pada tanggal 13 Januari 2015, ia menulis status: “Dulu saat kuliah di al-Azhar Kairo, seorang pastur bertanya kepada saya: apakah Tuhan beragama? Saya diam, sejak itu saya tercerahkan..”

Tidak jelas, apa bentuk pencerahan yang ia dapatkan.

Kalimat yang ia tulis dalam statusnya jelas mengundang syubhat. Akmal, seorang aktifis INSISTS dan Indonesia Tanpa JIL menangkap syubhat itu. Lantas ia pun membahasnya dalam kultwit (kuliah twitter) yang ia buat pada tanggal 16 Januari 2015. Sebanyak 45 poin penjelasan ia tweet untuk menangkal syubhat pemikiran dari Zuhairi Misrawi.

Akmal menitikberatkan dari pengertian kata agama, yang dalam bahasa Arab disebut “diin”. Salah satu artinya adalah hutang. Akmal menjelaskan, Allah tidak memiliki hutang kepada siapa-siapa. Selain itu, Allah berbeda dengan makhluknya (lihat QS Al-Ikhlas ayat 4). Bila manusia membutuhkan agama, tentu berbeda dengan sang Kholik.

Lengkapnya, ini penjelasan Akmal.

01. Sore ini ingin bincang sedikit tentang #AgamaTuhan.

02. Ada hal menarik yg menjangkiti kalangan Islam liberal. Mrk suka dgn apa pun yang ‘baru’. #AgamaTuhan

03. Apa pun yg terlihat baru, akan mereka anggap revolusioner. Padahal hanya TERLIHAT baru. #AgamaTuhan

04. Sesuatu yang terlihat baru bisa jadi sebenarnya sama sekali tidak baru, hanya saja kita blm pernah melihatnya. #AgamaTuhan

05. Org memang akan mudah bingung jika tdk memahami persoalan secara konseptual. #AgamaTuhan

06. Ini contoh kasus kebingungan itu 🙂 #AgamaTuhan pic.twitter.com/zlRWIFzWPh

07. Sebenarnya, ini sama sekali bukan hal baru. Entah sdh brp kali saya mendengar retorika begini. #AgamaTuhan

08. Retorika ini membuat org bingung semakin bingung. Mengapa harus beragama jika Tuhan saja tdk beragama? #AgamaTuhan

09. Ujung2nya adalah pluralisme agama. “Kalau Tuhan tdk beragama, maka agama mana pun sama saja.” #AgamaTuhan

10. “Buat apa meyakini agama sendiri paling benar? Toh, Tuhan pun tidak beragama!” Kurang lebihnya begitu. #AgamaTuhan

11. Ada jg yg bilang: “Saya menyembah Tuhan, bukan menyembah agama!” #AgamaTuhan

12. Konsep pluralismenya John Hick: “beralih dari ‘religion-centredness’ ke ‘God-centredness’!” #AgamaTuhan

13. Ini cuma sejengkal saja jaraknya dgn paham spiritualisme yg mengatakan: “spiritualism unites, religion divides”. #AgamaTuhan

14. Singkat cerita, pemikiran ini membawa org dari keadaan KETIADAAN ‘IZZAH menuju KETIADAAN IMAN. #AgamaTuhan

15. Retorika2 semacam ini cukup berhasil dipropagandakan pd mrk yg tdk punya ‘izzah (kebanggaan) sbg Muslim. #AgamaTuhan

16. Pada akhirnya, mereka tdk lagi beriman, atau keimanannya ambigu. Mengaku Muslim, tp agama lain dibenarkan jg. #AgamaTuhan

17. Pangkal persoalannya adalah minimnya pemahaman soal konsep agama itu sendiri. #AgamaTuhan

18. Kata “agama” memang bisa diartikan macam2, sebab bahasa Indonesia tdk punya ‘sistem akar kata’. #AgamaTuhan

19. Berbeda dgn bahasa Arab, di mana setiap kata bisa ditelusuri makna dgn memahami akar katanya. #AgamaTuhan

20. Kita menggunakan kata “diin” dlm bahasa Arab yg bermakna “agama”. #AgamaTuhan

21. Prof. Naquib al-Attas menguraikan makna “diin” dlm banyak karyanya. Menurut beliau, ini penting sekali. #AgamaTuhan

22. Kata “diin”, jika dirunut akar katanya, memiliki makna seputar “hutang” dan “keberhutangan”. #AgamaTuhan

23. Singkat cerita, menurut al-Attas, perasaan berhutang itulah inti dari beragama. #AgamaTuhan

24. Org yg sudah tdk merasa ‘berhutang’ lagi kepada Allah niscaya tdk bs dipaksa utk jalankan ajaran agama. #AgamaTuhan

25. Pada hakikatnya, semua yg kita miliki adalah milik Allah. Semuanya akan kembali kepada Allah. #AgamaTuhan

26. Dgn demikian, apa pun yg kita miliki adalah ‘hutang’ kepada Allah. #AgamaTuhan

27. Tentu saja, hutang kpd Allah tdk bisa kita lunasi. Sebab, semuanya milik Allah! #AgamaTuhan

28. Jika kita beramal shalih, maka segala yg kita gunakan utk amal shalih itu pun adalah milik Allah. #AgamaTuhan

29. Jika kita berbuat baik dan bersyukur, Allah malah akan menambah rahmat-Nya. Maka ‘hutang’ kita bertambah lagi. #AgamaTuhan

30. Dari sinilah kita memahami interaksi cinta, takut dan harap antara manusia dgn Allah SWT. #AgamaTuhan

31. Dari uraian singkat di atas, tentu kita akan terheran2 dgn org yg bertanya: “Allah itu agamanya apa?” #AgamaTuhan

32. Allah berhutang pada siapa? Jika pertanyaan ini dijawab, mudah saja melihat kontradiksi dr retorika di atas. #AgamaTuhan

33. Krn Allah tidak berhutang pd siapa pun, maka tentu tdk ada yg pernah mengatakan ‘Allah beragama’. #AgamaTuhan

34. Ibadah adalah hal penting yg diajarkan oleh agama. Apakah Allah beribadah? Tentu tidak! #AgamaTuhan

35. Kalaupun ada istilah “Agama Allah” (misalnya dlm frase ‘membela Agama Allah’), maknanya tdk sama. #AgamaTuhan

36. Kenapa tdk sama? Ya, karena Allah tdk sama dgn manusia, atau dgn apa pun. #AgamaTuhan

37. Dalilnya sudah dihapal semua anak SD: “wa lam yakun lahuu kufuwan ahad!” #AgamaTuhan

38. Kalau dikatakan “membela agama Allah”, artinya membela agama yg diridhai Allah. #AgamaTuhan

39. Mengapa ada org kuliah jauh2 ke Univ. Al-Azhar, Kairo, tapi tdk paham masalah semudah ini? Wallaahu a’lam 🙂 #AgamaTuhan

40. Menurut saya, ini semua cuma masalah rendahnya harga diri, lemahnya kebanggaan sbg Muslim. #AgamaTuhan

41. Kalau harga diri sudah rendah, apa pun yg dibawa org akan dianggap hebat, dan ditiru mentah2. #AgamaTuhan

42. Bahkan dlm hal ini, mengambil konsep agama dari sebuah film. 🙂 #AgamaTuhan

43. Bukalah mata, luaskan wawasan. Jangan pelihara perasaan rendah diri, krn kita adalah khalifah Allah di muka bumi. #AgamaTuhan

44. Tentu kita punya kelemahan, tp kita pun punya kemampuan utk belajar. Pada akhirnya kita akan bertanggung jwb kpd Allah. #AgamaTuhan

45. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari kejahilan yg menghinakan, aamiin… #AgamaTuhan