Pelantikan Luhut dan Hendropriyono yang Siap Fight: Alarm Bahaya Umat Islam?

Dua jenderal purnawirawan yang menjadi tim sukses Jokowi mulai menunjukkan tajinya mendukung Sang Presiden dengan cara berbeda. Jika Luhut Binsar Panjaitan secara resmi masuk ke Istana negara setelah didapuk menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada Rabu (31/12), maka AM Hendropriyono memilih jalan lain. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu tak ingin berada dalam lingkaran Istana Negara.

“Tugas kan bisa di luar, emang tugas harus di dalem? Ini banyak sekarang kaum muda yang potensial dan lebih bagus dari saya, jadi sudah waktunya orang muda ini ikut dalam barisan Jokowi supaya suskes memimpin negeri kita, jangan yang tua seperti saya,” ungkap Hendropriyono usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (5/1)
Meski berada di luar pemerintahan, mantan Pangdam Jaya itu mengaku siap membantu Jokowi.

“Waktu itu saya menghadap dalam keadaan sakit, sekarang saya sekarang dalam keadaan sembuh, kekuatan sudah 55 dan siap untuk fight lagi untuk apa saja. Walaupun saya di luar sebagai swasta, saya dan kawan-kawan tetap mendukung beliau dan pemerintahaannya supaya sukses,” ujar Hendro saat dicegat wartawan usai pertemuan di Istana Negara, Senin (5/1/2015).

Ada dua hal menarik dari kisah ini. Pertama, rentang waktu pelantikan Luhut dan kedatangan Hendropriyono ke Istana Negara yang hanya kurang dari sepekan. Kedua, pernyataan “siap fight” Hendropriyono yang disampaikan kepada wartawan dan tentu saja tersampaikan ke publik.

Interval waktu yang berdekatan dan kemudian diclosing dengan pernyataan Hendropriyono untuk “siap fight” di belakang Jokowi adalah sebuah pesan sangat penting. Hendro ingin memberikan pesan kepada pihak-pihak yang selama ini merecoki, mengganggu bahkan mungkin yng ingin memakzulkannya agar tidak macam-macam kepada Jokowi. Frase “siap fight” merupakan kalimat bersayap dan dapat ditafsirkan mereka akan melakukan apapun agar Jokowi tidak diganggu.

Lalu kepada siapa “ancaman” itu ditujukan? Selain kepada Koalisi Merah Putih yang menjadi musuh politik Jokowi, juga kepada umat Islam yang merupakan pihak yang berseberangan secara ideologis dengan Sang Presiden dan pendukungnya. Jejak Luhut dan Hendro yang antagonistik dengan umat Islam sudah selayaknya diwaspadai seluruh elemen umat terkait dengan “siap fight” nya Hendro.

Beragam isu yang menyudutkan umat Islam paska Jokowi memerintah menjadi indikator tak terbantahkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Mulai dari doa yang akan dihapuskan di sekolah dasar negeri, penghapusan kolom agama di KTP, larangan kurban di sekolah, aparat kepolisian yang merangsek masuk ke masjid, dan terakhir soal larangan Tenaga Kerja Asing mengajar di Indonesia dengan alasan mencegah radikalisme seakan menjadi opening “ancaman” dari rezim Jokowi kepada umat Islam. Lalu muncul Hendropriyono yang melakukan closing dengan kalimat “siap fight”.

Inikah alarm bahaya untuk umat Islam?

Erwyn Kurniawan
@Erwyn2002