Berharap Rukun di Rumah Besar

Kampanye PPP. [foto: bantenpost.com]

Harus kita akui, PPP merupakan bagian dari sejarah panjang partai Islam di Tanah Air. Partai yang merupakan fusi dari beberapa partai Islam di masa Orde Baru itu kerap mengalami berbagai dinamika yang bersifat eksternal maupun internal. Alhamdulillah, kondisi tersebut tak membuat PPP bubar, tapi masih tetap bertahan di tengah arus deras demokratisasi di Indonesia.

Untuk mengembalikan kepercayaan umat, partai ini mencoba menarik para pemilih pemilih pemula generasi baru yang mulai bangkit dengan semangat keislamannya. Diusunglah sebuah tagline “Rumah Besar Umat Islam”. Menyiratkan bahwa inilah partai yang dulu di dukung orang tua mereka karena itu, kembalilah ke PPP.

Sayang, rumah besar ternyata bukan jaminan hidup akan rukun. Adakalanya rumah besar menjadi petaka ketika sang empu merasa besar. Dengan kebesarannya, Sang Pemilik rumah merasa bisa berbuat sesuka hati.

Rumah besar, semua orang berharap memilikinya.Rumah yang rindang,sejuk dan semua penghuni nyaman didalamnya. Rumah yang membawa kedamaian, sedamai dan seramai penghuni didalamnya. Rumah yang penghuninya hidup rukun dalam kebersamaan.

Namun, rumah besar itu ternyata tak seindah penampakannya. Rumah besar tidak menunjukkan kebesarannya. Padahal rumah besar adalah harapan umat. Mereka berharap gar partai warisan umat ini tidak tergerus oleh zaman. Konflik boleh sering melanda, tapi hendaknya bisa mendewasakan para pengurusnya.

Lepaskan semua kepentingan dan ego masing masing pengurus, agar rumah besar umat Islam tidak menjadi harapan umat yang mengecewakan karena tidak bisa berbuat banyak di tengah gelombang kuat arus sekularisme, liberalisme dan pluralisme.

By : @sahabatbaik.
Pemilih partai islam