Kerokan, Berbahayakah Bagi Kesehatan?

Anda suka kerokan? Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, pasti jawabannya suka. A, kerokan memang kadung dianggap sebagai cara mujarab untuk mengobati masuk angin, flu atau mual. Berbahayakah bagi kesehatan? Yuk kita simak jawabannya.

Dilansir dari blog antozz.wordpress.com, menurut Didik Tamtomo, selaku dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang menjadikan kerokan sebagai bahan penelitian untuk menyabet gelar doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, secara ilmiah,pengobatan tradisional kerokan ini terbukti mampu mengobati gejala masuk angin atau sindroma dingin yang memiliki gejala nyeri pada otot.

Pada kerokan, secara ilmu biologi molukuler terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang dengan segala respon yang mengikutinya seperti perubahan diameter vaskuler (pembuluh darah), migrasi sel darah putih (leukosit) dan pengeluaran mediator inflamasi seperti IL-1 beta, Clq, C3, Beta endorfin dan PGE2 (Faktor pertumbuhan tulang).

Kerokan juga memberikan rangsangan pada keratinosit dan endotel atau lapisan paling dalam pembuluh darah yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). POMC merupakan polipeptida (gabungan asam amino) yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah Beta endorfin (hormon yang dikeluarkan otak saat stress).

Walau murah meriah, pengobatan ini juga masih mengundang pro dan kontra. Ada yang mengatakan bahwa kerokan dapat merusak jaringan kulit karena menggesekan benda logam, koin atau alat bantu kerokan lainnya. Meski begitu kerokan telah mendapatkan uji coba dari beberapa ahli kesehatan, kerokan yang benar tidak akan menimbulkan rasa sakit apalagi melukai kulit. Menggunakan minyak yang berfungsi untuk mneghangatkan serta melincinkan permukaan kulit saat pengobatan berlangsung.

Timbulnya warna kemerahan pada kulit bisa menjadi petunjuk seberat apakah gejala masuk angin yang diderita, berat atau ringan. Ahli akupuntur juga menyarankan, sebaiknya kerokan dilakukan di titik-titik urat syaraf motorik yang terangsang sehingga melancarkan sirkulasi darah.

Adapun cara kerokan yang benar dengan mengerok lurus sejajar dengan tulang belakang menyamping lalu sejajar dengan arah bahu agar melalui titik tertentu. Satu lagi yang terpenting, hindari kegiatan mandi atau membasuh tubuh dengan air usai melakuakn kerokan, karena kondisi pori-pori kulit dalam keadaan terbuka. Usai melakukan kerokan sebaiknya Anda beristirahat sejenak untuk merileksasikan tubuh agar lebih prima dan sembuh dari masuk angin. (Nia/antozz.wordpress.com)