John Mc Cain, Jokowi, dan Makassar: The Untold Story

Masih ingat dengan kunjungan John Mc Cain ke Indonesia pertengahan Agustus lalu? Saat itu, McCain yang bernama lengkap John Sydney McCain III datang ke Tanah Air menjelang pembacaan keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilpres. Senator Senior Amerika Serikat dari Partai Republik itu diberitakan bertemu dengan Presiden SBY dan Ketua MPR. Tapi tahukah Anda bahwa ada kisah tak terungkapkan dibalik kunjungan Mc Cain dan rombongan?

Tulisan ini terinspirasi dari status Facebook bernama  Azzam Mujahid Izzulhaq Full. Di akunnya, ia menuliskan pengalamannya saat terbang dengan pesawat. Berikut saya kutipkan isinya:

Ketika pesawat sudah dalam posisi cruising, saya membuka-buka majalah Times. Dan, mata saya berhenti di sebuah tajuk, “McCain Comes, Chevron Gladsomes. McCain Datang, Chevron senang.”

Menurut Times, 2 minggu yg lalu McCain datang ke Indonesia. Bertemu khusus dan serius dengan Presiden SBY. Yg banyak diberitakan media, pertemuan itu membicarakan masalah bahayanya ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Gerakan yg dibilang ekstrimis yg sebetulnya juga didukung oleh McCain sendiri (lucu kan?).

Namun, ternyata McCain datang ke Indonesia bukan hanya untuk ‘mengingatkan’ Indonesia soal ISIS. Ia juga ternyata mendatangi kawasan perairan Spermonde, sekitar 1,5 jam dari lepas pantai Makassar. Di sana McCain mengunjungi Chevron, perusahaan besar milik Amerika Serikat yg berfokus pada bidang pertambangan minyak dan gas. Dan Chevron, adalah ternyata perusahaan yg menjadi bandar untuk ongkos politik John McCain untuk menduduki kursi senator di Amerika serikat.

Ada apa gerangan di areal Spermonde? Ternyata, selama ini Spermonde masuk ke dalam proyek Indonesia Deepwater Development. Menurut informasi data seismik minyak, Spermonde adalah kawasan perawan penghasil gas terbesar di Indonesia. Dengan hanya mengebor di kedalaman 1.500 meter saja, gas hasil tambang yg disedotnya bisa mencapai bertrilyun-trilyun kubik. (Asli saya sampai keselek bacanya).

Sejak tahun 2007, kawasan Spermonde tertutup bagi masyarakat lokal. Alasannya adalah kawasan ini adalah kawasan konservasi. Namun, sejak 5 tahun lalu, tidak kurang dari 100 penelitian dilakukan oleh Chevron.

Tidak heran, jika McCain harus repot datang ke. Indonesia. Jika kepada SBY ia hanya berbicara masalah ISIS, lain halnya kepada Joko Widodo sebagai presiden terpilih. McCain berbicara masalah perpanjangan konsensi Chevron hingga 2028 dan memulai tambangnya di 2016. Berdasarkan catatan kontraknya, 75% gas Spermonde akan diekspor. Sisanya untuk menutupi kebutuhan gas industri di Aceh, lalu sentra industri di Jawa dan Sumatera.

Saya mencoba melakukan “investigasi” berita soal kunjungan Mc Cain ke Makassar. Hasilnya mengejutkan: hanya ada satu situs berita yang mengabarkannya. Silakan lihat di link ini: http://www.aktual.co/nusantara/085852ini-rombongan-senator-as-berkunjung-ke-makassar.

Aktual.co menuliskan, selain melakukan pertemuan terbatas dengan beberapa pengusaha di Makassar, agenda John Mc Cain dan rombongan yakni melakukan refreshing. Informasi yang diperoleh Aktual.co dari sumber Dubes dan dua senator Amerika Serikat akan melakukan kunjungan ke Pulau Barang Caddi. Selain itu, kabarnya dua senator negeri Paman Sam itu melakukan pembicaraan dan survei lokasi proyek IDD Chevron di Selat Makassar.

“Mereka akan ke pulau Barang Caddi di Kabupaten Selayar, Sulsel  pada hari Rabu (13/4) pkl 07.00 Wita melalui penyeberangan Popsa,” ungkap sumber tersebut.

Situs-situs berita mainstream seperti detik, kompas, metro tv dan lainnya sama sekali tak memberitakanya. Setidaknya itu yang saya dapat saat melacak melalui “paman” google. Ketika mengetik John Mc Cain ke Makassar, yang muncul adalah berita ketika Mc Cain bertemu SBY, soal ISIS dan tentang pilpres. Mengapa tak ada media arus utama yang memberitakannya?

Lalu saya juga melacak kebenaran hubungan AS, Mc Cain, Chevron dan Makassar. Saya pun kesulitan mendapatkannya. Tak ada situs yang memberitakan kunjungan Mc Cain ke Chevron. Tapi ada satu berita menarik terkait hal di atas dari link berikut ini: https://id.berita.yahoo.com/chevron-tertarik-garap-gas-selat-makassar-001946752.html

Link tersebut mengabarkan tentang potensi besar gas di Makassar. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas, Handoyo B Santoso mengatakan PT Chevron Pasific Indonesia tertarik menggarap potensi gas di selat Makassar. Nilai investasi  PT Chevron yang akan masuk mencapai US$ 12 miliar. Diperkirakan di 2015 mendatang, gas dari selat Makassar sudah bisa diproduksi.

“Selat Makassar telah masuk dalam proyek pengeboran gas di tengah laut atau Indonesia Deep Water Developmet (IDD) PT Chevron Pasific Indonesia,” kata Handoyo di sela seminar gerakan sadar energi di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Kabupaten Gowa,  Senin (9/6).

Bagi saya, data dan fakta ini sangat menarik. Kita bisa menangkap kesan ada yang sengaja disembunyikan dari kunjungan Mc Cain ke Indonesia khususnya Makassar. “Sunyinya” media besar memberitakan hal tersebut membuat sah-sah saja jika kita kemudian menafsirkan ada agenda tersembunyi dibalik itu semua.

Kasus Mc Cain ini membuat kita semakin banyak mendapatkan kepingan puzzle dari gambar besar bertemakan Jokowi dan kekuatan asing di belakangnya. Kian hari, satu per satu kepingan tersebut membuat gambar itu semakin jelas. Dan suatu saat kita pasti akan menlihatnya secara utuh. Lalu peneysalan pun akan terucap dari mulut kita…

Saya pun teringat dengan pernyataan Amien Rais kemarin malam usai pertemuan pimpinan partai Koalisi Merah Putih di rumah Akbar Tanjung.

“Kita bukan sekadar kekuasaan remeh temeh, ini soal ideologi, kita tidak akan jual aset kepada negara lain‎,” ujar Amien.

Erwyn Kurniawan
@Erwyn2002
Pimred www.kabarumat.com