Relawan Gema Nu: Presiden SBY Harus Pecat Kapolri Karena Tak Netral di Pilpres

Kapolri Jenderal Sutarman.

Kecaman terhadap keberpihakan Polri dalam pilpres 2014 lalu datang dari Relawan Gema Nusantara (Gema Nu). Menurut Koordinator Nasional Gema Nu Muhamad Adnan, Presiden SBY harus mengambil tindakan dengan memecat Kapolri Jenderal Sutarman.

“Presiden SBY jangan ragu untuk memecat Sutarman yang telah melakukan tindakan insubordinasi. Saatnya suara rakyat didengarkan, kehendak rakyat dilaksanakan,” kata Adnan dalam press release yang diterima redaksi www.kabarumat.com.

Indikasi keberpihakan Polri terlihat dari beberapa fakta di lapangan. Pertama, di Kalimantan Barat, polisi aktif mengarahkan warga di TPS untuk memilih pasangan capres tertentu. Kedua, di Papua, Kapolres ikut menekan KPUD untuk mengalihkan perolehan suara, Ketiga, secara merata di kompleks perumahan POLRI di seluruh Indonesia, pasangan nomor dua unggul mutlak.

Keempat, adanya pertemuan diam diam Komjen Budi Gunawan cs yang merupakan mantan ajudan Megawati saat menjabat Presiden dengan Trimedya Panjaitan tim pemenangan Jokowi JK berujung bocornya materi debat capres. Kelima, pernyataan Kapolri Jend Sutarman saat pengumuman hasil rekapitulasi suara tingkat nasional bahwa pihak yang kalah terima saja kekalahan. Sutarman seperti penegak hukum yang tak mengerti hukum bahwa proses KPU bukanlah final. Keenam, adanya pertemuan Kapolri bersama Kapolda DKI dengan Megawati dua hari paska pencoblosan menjadi tanda tanya besar bagi publik.

Untuk itu Adnan mengajak kekuatan-kekuatan pro demokrasi tidak tinggal diam melihat Kapolrsi Jenderal Sutarman yang Polri masuk dalam permainan politik.

“Polri alat Negara yang netral dan tidak berpihak,” ujar Adnan.