Ahok Minta Jokowi Cabut Tunjangan Sertifikasi Guru

Basuki Tjahaja Purnama. [foto: wartabuana.com]

Bukan Ahok jika tidak mengeluarkan pernyataan kontroversial. Wakil Gubernur DKI Jakarta yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu meminta Joko Widodo mencabut tunjangan sertifikasi guru jika kelak jadi presiden. Adanya tunjangan itu, kata dia, membuat guru tak lagi fokus mengerjakan tugasnya, sebagai seorang pendidik dan pengajar.

“Tiap hari, guru kerjaannya fotokopi sertifikat terus. Mereka mana fokus mengajar, kerjanya hanya memikirkan sertifikasi saja,” kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Karena ituIa meminta Jokowi untuk mengganti sertifikasi guru dengan tunjangan lainnya, misalnya tunjangan profesi. Di DKI, Dinas Pendidikan DKI telah memulai memotong tunjangan sertifikasi guru.

Setiap bulan, kata dia, guru-guru di Jakarta berlomba-lomba untuk mendapatkan uang sertifikasi. Seharusnya, mereka hanya mendapat tunjangan profesi yang didapatkan setiap lima tahun sekali.

“Guru-guru itu dites setiap lima tahun dan mereka masih punya hati untuk jadi guru enggak? Uangnya kami kasih sebagai tunjangan profesi dan perlu dilaporkan ke presiden terpilih,” kata Basuki.

Lebih lanjut, ia mengimbau Jokowi untuk segera melaksanakan rencana ini, setelah dilantik menjadi Presiden. Hal ini untuk mewujudkan Jakarta sebagai role model bagi daerah lainnya di Indonesia. (Awa/kompas)

  • Darmawan

    Suara tidak sah