Presiden Al Sisi Bekukan Sayap Politik Ikhwanul Muslimin

Sesumbar Presiden Mesir hasil kudeta, Abdul Fattah Al Sisi, yang tidak akan membiarkan Ikhwanul Muslimin eksis selama ia menjadi pemimpin terbukti. Sabtu, (9/8), pengadilan Mesir membubarkan Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikwanul Muslimin yang sudah terlebih dahulu diberangus pemerintah.

Pada September tahun lalu, pengadilan memutuskan Ikhwanul Muslimin menjadi organisasi terlarang. Namun, saat itu pengadilan tidak menyebut sayap politik Ikhwanul sehingga peluang FJP untuk ikut dalam pemilu parlemen pada akhir tahun ini sangat terbuka.

Namun, pengadilan tinggi tata usaha Mesir kemudian memutuskan FJP untuk dibubarkan dan seluruh asetnya akan disita negara. Keputusan pengadilan ini adalah keputusan final sehingga FJP tidak bisa mengajukan banding.

Ikhwanul Muslimin, salah satu gerakan paling terorganisasi dan sukses di Mesir dan dunia telah kehilangan ratusan kadernya yang wafat dalam bentrok dengan aparat keamanan Mesir tahun lalu. Ribuan kadernya juga ditahan sejak Mohammad Mursi digulingkan 13 bulan lalu.

Mursi, yang berkuasa di Mesir selama satu tahun, bersama sejumlah petinggi Ikhwanul Muslimin kini tengah menjalani sidang di pengadilan. Sedangkan ratusan kader Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati setelah menjalani sidang pengadilan.

Ini adalah kabar duka terbaru yang harus diterima umat Islam setelah merebaknya ISIS, pembantaian di Suriah dan genosida di Gaza, Palestina. (Kur/kmps)