Pemerintah Evakuasi 122 WNI dari Libya

Kondisi Libya yang semakin tidak aman membuat pemerintah Indonesia bergerak cepat. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli, Libya terus mengevakuasi warga negara Indonesia dari Lybia. Hingga kini tercatat sudah 122 WNI yang dievakuasi.

Siaran pers yang dirilis KBRI Tripoli, Kamis (7/8) disebutkan, ada 122 WNI yang dievakuasi dari negara tersebut. Ke-122 WNI itu dievakuasi dari Tripoli ke Tunis, Tunisia melalui perbatasan Ras Jedir.

Selanjutnya dari Tunis, sebanyak sebanyak 66 WNI telah berhasil dipulangkan ke Indonesia dalam beberapa tahap: 32 orang WNI berangkat dari Tunisia ke Indonesia pada tanggal 30 Juli 2014; dan 34 orang lainnya kembali ke Indonesia pada tanggal 5 Agustus 2014.

“Sejumlah WNI lainnya yang masih berada di shelter KBRI Tunis segera akan diberangkatkan untuk kembali ke Indonesia,” bunyi siaran pers itu.

Disebutkan, evakuasi WNI dari Libya ke Tunisia dilakukan melalui tiga tahapan. Evakuasi Tahap I dilaksanakan pada 29 Juli 2014 dan diikuti oleh 34 orang WNI; Evakuasi Tahap II dilaksanakan pada 1 Agustus 2014 dan diikuti oleh 51 orang WNI, dan Evakuasi Tahap III dilaksanakan pada 3 Agustus 2014 yang diikuti oleh 37 orang WNI.

“Pada pelaksanaan Evakuasi Tahap II, sempat terjadi gangguan keamanan dimana ratusan Warga Negara Mesir yang pada saat itu berada di wilayah abu-abu antara Libya dan Tunisia berupaya menerobos masuk ke wilayah Tunisia dan membuat kerusuhan,” tulis KBRI Tripoli.

Ditambahkan, otoritas Perbatasan Tunisia kemudian segera menghentikan aksi para WN Mesir tersebut dengan menggunakan gas air mata karena seorang petugas keamanan Tunisia mengalami luka tembak.

Menurut siaran pers itu, pada saat kerusuhan tersebut para WNI dapat diamankan oleh Tim Evakuasi KBRI Tripoli clan KBRI Tunis dengan mengumpulkannya di salah satu ruangan Kantor Imigrasi Tunisia. Selanjutnya para WNI dapat meneruskan perjalanan ke Tunis dengan aman clan lancar.

“Pada saat evakuasi tahap III yang didampingi oleh Dubes RI Tripoli Raudin Anwar beserta staf KBRI Tripoli, pelaksanaannya berjalan aman dan lancar tanpa ada hambatan dan gangguan berkat kedasama dengan aparat Imigrasi Libya dan Imigrasi Tunisia,” bunyi siaran pers KBRI Tripoli itu.

Disebutkan, KBRI Tripoli akan terus memonitor dan menghubungi WNI yang masih berada di Libya dan menghimbau agar WNI yang masih berada di negara tersebut segera meninggalkan Libya dan dapat mengikuti evakuasi tahap selanjutnya.

Kondisi keamanan Libya semakin memburuk akibat kian meningkatnya eskalasi dan intensitas pertikaian antar milisi. Selain itu juga semakin meningginya angka kriminalitas. (Awa/rep)