ISIS, Rorojongrang, dan Jilboobs

Belakangan ini, rentetan isu berhembus kencang menerpa umat Islam. Bermula dari ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), lalu diikuti Rorojonggrang dan terakhir tiba-tiba saja menyeruak Jilboobs. Adakah hubungannya dengan sengketa pilpres yang mulai disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK)?

Saya termasuk orang yang sangat percaya bahwa isu-isu yang muncul ke publik tidak berdiri sendiri. Isu tertentu sengaja diluncurkan dengan maksud dan tujuan terselubung. Singkat kata, dia tidak by accident melainkan by design. Termasuk ISIS, Rorojonggrang dan Jilboobs.

Media begitu gegap gempita memberitakan ketiga isu tersebut. Aksi kekerasan ISIS menjadi headline, Sekjen PKS Taufik Ridho yang mengatakan Rorojonggrang membuat Tangkuban Perahu habis-habisan dibully di media mainstream dan sosial media, lalu fenomena wanita berjilbab tapi seksi plus dengan gambar-gambar yang tak pantas terus diberitakan. Boleh dibilang, tiada hari tanpa ketiga isu tersebut. Inilah yang saya namakan jurnalisme kebencian. Ketika berita ini secara massif terus ditayangkan, yang muncul kemudian adalah rasa benci dan tidak simpatik publik kepada Islam.

Entah mengapa jika memberitakan kekerasan yang melibatkan Islam (ISIS), kesalahan ucap yang dilontarkan petinggi partai atau tokoh Islam (Rorojonggrang) dan soal simbol Islam (jilbab), hampir seluruh media begitu bersemangat. Mereka seakan all out. Dalam bentuk yang berbeda, kita juga dengan mudahnya menemukan pemberitaan yang sangat negatif jika sudah menyangkut Islam.

Fenomena ini membuat saya terpaksa menduga bahwa hal tersebut merupakan agenda bersama. Sebuah agenda membentuk opini: Islam identik dengan kekerasan, Islam itu tak mengenal sejarah Indonesia dan simbol Islam tak serta merta menuntun pemakainya bersikap sesuai ajaran agama. Lalu muara dari itu adalah kebencian yang mendalam terhadap Islam.

Dan saya pun kian berani menduga-duga terkait mengapa ketiga isu itu secara massif memadati halaman-halaman media kita. Boleh jadi ada skenario pengalihan isu aksi biadab Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, Palestina. Untuk konteks Indonesia, ketiga isu itu juga mampu meredam sengketa pilpres yang saat ini masih disidangkan di MK.

Sepakat dengan saya?

Erwyn Kurniawan
Pemerhati Politik Islam dan Media