Setelah Larang Puasa, Pemerintah Tiongkok Larang Umat Islam Xinjiang Berjenggot dan Berjilbab

Muslim Xinjiang. [foto: nytimes.com]

Tindakan represif terus dilakukan Pemerintah Tiongkok kepada umat Islam di Xinjiang. Mereka melarang kaum lelaki berjenggot dan wanita memakai jilbab.

Dalam instruksi yang disebarkan surat kabar Harian Karamay disebutkan seluruh Muslim di Xinjiang harus mencukur jenggot. Jika tidak, mereka dilarang menggunakan angkutan umum.

Untuk larangan berjilbab, Pejabat di Karamay, salah satu kota mayoritas Muslim, mengatakan masa berlakunya hingga 20 Agustus, atau selama turnamen olahraga lokal.

Muslim Xinjiang melihat larangan ini sebagai tindakan represif pemerintah terhadap agama. Sebelumnya, Muslim Xinjiang — terutama pelajar dan pegawai negeri — dilarang menjalan puasa. Tindakan represif inilah yang memicu kekerasan.

Harian Karamay memberitakan ada lima jenis orang yang dilarang menggunakan angkutan umum; perempuan berhijab, kerudung, dan burqa, pakaian dengan simbol bulan sabit dan bintang, dan mereka yang berjenggot panjang.

“Yang tidak mematuhi akan ditangkap polisi,” demikian surat kabar itu. “Penumpang juga harus menghadapi pemeriksaan tas.” (Nia/Ini)